Senin, 07 Maret 2011

KINERJA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN

1. Pengertian Kinerja
Banyak kalangan berpendapat bahwa kinerja dapat diartikan sebagai unjuk kerja dan ada pula yang menyebukan sebagai performance kerja istilah ini, walaupun berbeda dalam pengungkapannya, akan tetapi mempunyai maksud yang sama .
1. Snell dan Wexley (1992) menyatakan bahwa kinerja merupakan kulminasi dari elemen elemen yang saling berkaitan yakni : ketrampilan, upaya sifat keadaan dan kondisi external. Ketrampilan merupakan bahan mentah yang dibawa oleh seseorang ketempat kerja berupa pengalaman, kemampuan kemampuan, kecakapan kecakapan interpersonal serta kecakapan teknik. Sedangkanelemen upaya sifat keadaan dapat diartikan sebagai motivasi yang diperlihatkan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian kondisi eksternal dapatt diartikan sebagai kondisi yang berasal dari luar seseorang untuk mendukung produktivitas kerja.
2. Dengan demikian secara sederhana dapat diproleh pengertian bahwa Kinerja merupakan kemampuan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan sikap, pengetahuan tugas dan keterampilan serta motivasi kerja. Kinerja memilki beberapa karakteristik antara lain: 1) Melaksanakan tugas sesuai dengan harapan organisasi 2) Personal yang menggunakan peralatan yang tersedia 3) Personal mempunyai semangat tinggi 4)Personal mempunyai hubuingan baik dengan atasan maupun dengan teman sejawatnya 5) Personal dapat mengatasi maslah masalah yang berkaitan dengan tugas tugas rutin yang dilaksanakan setiap hari ( Hoy dan Miskel, 1978).
3. Eysench, wurburg dan Meili, 1972, menyatakan bahwa pengertian kinerja dapat disamakan dengan performance. Kinerja/performance adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang lain dalam suatu organisai sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing masing dlam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika( Purwanto, 1999).
4. Echols dan Shadely (1993) mengungkapkan tentang kinerja yang digunakan dewasa ini ada tiga istilah (1). Unjuk kerja (2) Performansi kerja dan (3). Kinerja. Kendati istilahnya berbeda namun sebenarnya mempunyai maksud yang sama, yang istilah aslinya dalam bahasa Inggris disebut “ work performance”
5. Landy dan Faar (1983) mengungkapkan bahwa pengertian dari kinerja adalah performance dan dengan hasilnya mempunyai peranan utama dalam mengambil keputusan – keputusan oleh seseorang. Keputusan tersebut mengarah pada hasil yang dicapai sebagai upaya untuk merealisasikan tujuan organisasi.
6. Tempe A Dale (1992). Mengutip pendapat Bernadin bahwa pengertian kinerja adalah hasil dan fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu di dalamnya terdiri dari tiga aspek yaitu: (1). Kejelasan tugas atau npelajaran yang menjadi tanggung jawabnya (2). Kejelasan hasil yang diharapkan dari suatu pekerjaan (3). Fungsi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar hasil yang diharapkan dapat terwujud.
7. Eyseack, Wurburg dan Meile ( dalam Encyclopedia of psycology, 1972) menyebutkan bahwa kinerja dapat diartikan sdebagi tingkah laku keterampilan atau kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu kegiatan . Kinerja dapat disamakan dengan “ performance (penampilan).
8. Snell dan Wexley (1992) juga menyatakan bahwa kinerja mengandung pengertian “ kulminasi dari tiga elemen yang saling berkaitan yaitu : (1). Keterampilan (2). Upaya sifat keadaan (3) dan kondisi external. Tingkat keterampilan merupakan bahan mentah yang dibawa oleh seseorang ke tempat kerja seperti pengalaman, kemampuan kecakapan- kecakapan interpersonal serta suatu sistem operasional dalam organisasi yang mencakup iklim, kebudayaan organisasi dan daya pengelolaan. Sehingga kinerja dapat diartikan sebagai suatu tingkat dimana seseorang telah mampu melaksanakan tugas dengan kriteria yang telah ditentukan.
9. Kast dan Rosenzweig (1979) menyatakan bahwa kinerja diartikan sebagai suatu kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan yangs esuai dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan serta motivasi. Karakteristik dari kinerja antara lain: (1). Melaksanakan tugas sesuai dengan harapan organisasi (2). Menggunakan peralatan kantor yang tersedia (3) Mempunyai semangat tinggi (4). Mempunyai hubungan kerja sama yang baik dengan atasan maupun dengan teman sejawat, dan (5). Dapat mengatasi masalah- maslah yang berkaitan dengan tugas-tugas rutin yang dilaksanakan setiap hari.
10. Pengertian kinerja menurut pendapat Prawiroentono (1999) mengungkapkan bahwa kinerja/performance adalah hasil yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing- masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.
11. Pengertian kinerja menurut Hoy dan Miskel (1978) mengemukakan bahwa kinerja merupakan suatu kemampuan dalm melaksanakan tugas atau pekerjaan sesuai dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan serta motivasi karyawan. Berdasarkan pengertian diatas penulis memperoleh suatu gambaran bahwa kinerja merupakan performancy penampilan yang ditampilkan oleh kemampuan seseorang melaksanakan tugas- tugasnya dan sebagai hasil dari suatu prestasi pekerjaan yang dilakukan seseorang. Sehubungan dengan hal tersebut, kinerja guru dapat diartikan sebagi suatu kemampuan personel dari hasil yang ditunjukkan atas suatu pekerjaan proses belajar mengajar.
12. Medley (1984) memaparkan tentang kinerja guru yang terkait dengan efektifitas guru yaitu memiliki pribadi kooperatif, daya tarik, penampilan, minat besar, pertimbangan dan kepemimpinan, menguasai metode mengajar yang baik, memiliki tingkah laku yang baik saat mengajar, menguasai berbagai kompetensi dalam mengajar.
13. Sebagai tolak ukur dari kemampuan kinerja guru yang profesional adalah : pemahaman terhadap kurikulum yang berlaku, kemampuan dalam mengelola proses belajar mengajar termasuk pendekatan, strategi, metode, teknik yang digunakan, penguasaan terhadap kegiatan evaluasi, penilaian dalam rangka mengukur proses dan haasil belajar siswa. Penilaian dimaksud termasuk kognitif, afektif dan psikomotorik
14. Gagne (1976) mengungkapkan bahawa kineja menagandung arti kapabilitas yang harus diamati. Sebagai hail proses diperoleh tipe-tipe kekuatan yaitun macam macam kapabilitas yang dipelajari. Kapabilitas dimaksud adalah: (1) Intelektual skilll yaitu kemampuan yang menggunakan simbul (2) verbal information yaitu kemampuan menjelaskan informasi (3) Cognitif strategi yaitu keterampilan untuk mengetahui daya belajar, daya ingat , daya fikir (4) Motor skill yaitu gerakan –gerakan yang merupakan sejumlah tindakan motorik yang terorganisir. (5) Attitude mental yang merupakan pilihan terhadap aksi atau tindakan personil
15. Dari pendapat- pendapat yang diuraikan diatas penulis memperoleh suatu kejelasan tentang pengertian kinerja. Dan dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan unjuk kerja , performansi kerja dari unsur-unsur prilaku yang ditampilkan oleh seseorang sehubungan dengan pekerjaannya. Kinerja juga berarti tingkah laku keterampilan atau kemampuan seserang dalam menyelesaikan suatu kegiatan,. Denga kata lain kinerja merupakan unjuk kerja atau performance yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang tanggung jawabnya, bersangkutan secara legal tidak melanggar hukum atau sesuai dengan moral maupun etika. Secara lebih spesifik bahwa kinerja guru merupakan hasil dan fungsi pekerjaan atau kegiatan belajar mengajar yang ditentukan oleh tingkat keterampilan dan kemampuan didasari oleh sikap, motivasi, kapabilitas intelektualnya, kemampuan menyebarkan informasi, mengetahui daya belajar, daya ingat, daya fikir dan gerakan-gerakan motorik , attitude mental terhadap suatu pekerjaan proses belajar mengajarnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar