Kontribusi Pengawas Sekolah dalam Penjaminan Mutu Pendidikan




Pengawas Sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang posisinya memegang peran yang signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan kepala sekolah, serta mutu pendidikan di sekolah. Pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada Pasal 15 ayat (4) dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial.

Dengan demikian, pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas pengawasannya secara profesional. Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dengan optimal. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan keprofesian dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif.

Mengingat pentingnya peran pengawas sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional, maka tuntutan dan tanggung jawab yang harus dimiliki pengawas sekolah juga menjadi besar pula. Dengan demikian, pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan memiliki kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman menganalisis masalah, ketepatan dan kreativitas dalam memberikan solusi, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif.


Best Practice Pengawas


BLINGSATAN SUATU STRATEGI DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENULIS PTK DI MKKS SELAKAU KAB. SAMBAS PADA TAHUN 2017  

Oleh : Uray Iskandar, S.Pd, M.Pd

(Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas)



ABSTRAK

Guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. Semua komponen lain, mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, biaya, dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dengan peserta didik tidak berkualitas. Semua komponen lain, terutama kurikulum akan “hidup” apabila dilaksanakan oleh guru. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran. Seorang guru juga harus memiliki karisma, yaitu suatu pancaran kewibawaan bukan karena paksaan atau adanya peraturan yang mengikat, memiliki sifat konsisten, tegas, serta terbuka terhadap saran dan kritik yang membangun sehingga mampu menyusun sebuah penelitian tindakan kelas. Blingsatan diartikan salah satu latihan dimana peserta secara individu maupun secara kelompok hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan tugas yang sebenarnya hanya untuk mendapatkan pengalaman tertentu saja. Singkatnya, blingsatan merupakan gabungan antara teori dan praktik. Strategi Blingsatan merupakan peningkatan pemahaman dan pengimplementasian kompetensi yang dimiliki oleh peserta bimtek berkelanjutan dalam menyusun proposal PTK dan melakukan penelitian yang kemudian menyusun laporannya. Sebanyak 22 guru  dari 31 peserta bimbingan dapat menyusun PTK (70,97%) mulai dari proposal dan melaksanakan penelitian yang selanjutnya menyusun laporan PTK dan yang terakhir melakukan seminar penelitian tindakan kelas. Melalui Blingsatan yang dilakukan oleh MKKS Selakau dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK dan dengan menggunakan berbagai langkah-langkah pembinaan inovatif dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK.



Kata Kunci : blingsatan, strategi, kemampuan guru













KATA  PENGANTAR



            Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan berkat dan karunia-Nya penulis berhasil menyusun laporan Best Practice Pengawas Sekolah.

            Laporan ini penulis susun sebagai pertanggungjawaban atas tugas pelaksananaan pengawasan dalam hal pembimbingan dan pelatihan kepada guru. Apa yang penulis laporkan mudah-mudahan bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan pada umumnya, dan juga sebagai bahan masukan bagi pejabat yang berwenang dalam menentukan kebijakan pendidikan di waktu-waktu mendatang.

Pada kesempatan ini pula penulis haturkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu kelancaran penulis dalam melaksanakan tugas pengawasan,  dan telah banyak membantu penulis dalam pengumpulan data dari semua sekolah. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini terdapat banyak kekurangannya dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan sebagai penyempurnaan penulisan laporan di kemudian hari.



                                                                       Sambas, 30 Desember  2017

                                                                       Penulis          







                                                                       Uray Iskandar, S.Pd, M.Pd













DAFTAR  ISI

SURAT PENYATAAN ...........................................................................................i

LEMBAR PERSETUJUAN ...................................................................................ii

ABSTRAK .............................................................................................................iii

KATA PENGANTAR  ……………………...………...........................................iv

DAFTAR ISI  …………………………………………..........................................v

DAFTAR TABEL ..................................................................................................vi

DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................vii

BAB I PENDAHULUAN  …………………………..............................................1

A.    Latar  Belakang  …………………………........................................1

B.     Masalah………...................................................…………...............3

C.     Tujuan  ..............................................................................................3

D.    Manfaat  ............................................................................................3       

BAB  II KAJIAN PUSTAKA .................................................................................4

A.    Kemampuan Guru dalam Menulis Penelitian Tindakan Kelas .........4

B.     Struktur Proposal Penelitian Tindakan Kelas ...................................6

C.     Struktur Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas............................9

D.    Bimbingan dan Latihan Pada Guru Secara Berkelanjutan...............10

BAB  III METODE................................................................................................12

A.   Prosedur ..........................................................................................12

B.  Perangkat Atau Instrumen Yang Digunakan....................................12

C.  Cara Pemecahan Masalah ................................................................13

BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................14

A.  Hasil Kegiatan Sebelumnya .............................................................14

B.  Pembahasan ......................................................................................14

BAB  V SIMPULAN DAN SARAN ...................................................................19

A.    Simpulan.........................................................................................19

B.     Saran ..............................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................20





DAFTAR  TABEL

Tabel   4.1  : Data Peserta        ................................................................................15



Tabel 4.2   : Data Peserta Yang sudah Seminar  ........................................................16



Tabek 4.3   : Data Peserta Yang Sudah Selesai PTK Tidak Seminar .........................17



Tabel 4.4   : Data Peserta Workshop Sampai Dengan Proposal..................................18





































DAFTAR  LAMPIRAN



Lampiran 1    : Daftar Hadir Peserta .....................................................................21

Lampiran 2    : Foto Kegiatan ...............................................................................35

Lampiran 3    : Lembar Kerja PTK........................................................................43

Lampiran 4    : Panduan Singkat Penyusunan Proposal ........................................48

Lampiran 5    : Kerangka Bantu Proposal PTK ....................................................51



















































BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. Semua komponen lain, mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, biaya, dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dengan peserta didik tidak berkualitas. Semua komponen lain, terutama kurikulum akan “hidup” apabila dilaksanakan oleh guru.

Mengingat peranan strategis guru dalam setiap upaya peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi pendidikan, maka pengembangan profesionalisasi guru merupakan kebutuhan. Guru harus mampu mengutarakan peserta didiknya mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan berpegang pada hirarki tujuan pendidikan, tercapainya tujuan pembelajaran mengandung arti tercapainya tujuan kurikuler.

Penelitian yang dilaksanakan oleh guru adalah model penelitian yang berangkat dari permasalahan yang timbul di ruang kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini guru dapat memberikan solusi yang tepat berdasarkan pada masalah yang nyata yang sedang dihadapi oleh guru tersebut di kelas. Masalah penelitian tindakan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan penelitian konvensional, dimana peneliti tidak berada di luar apa yang diteliti, tetapi berada di dalamnya.

Penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun dan sistematis yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan dan merevisi fakta. Penyelidikan intelektual ini akan menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori dan hukum serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Pada dasarnya penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Kita ketahui bersama secara jujur dan bertanggung jawab, rasanya tidak salah kalau kita mengatakan bahwa untuk meningkatkan mutu dari proses hasil belajar ada di dalam kelas. Untuk itulah kenapa guru selalu di motivasi untuk selalu mengadakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas juga sebagai suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Karena itu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru ditujukan untuk meningkatkan situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

Sekarang ini banyak guru yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang penulisan karya tulis ilmiah, baik melewati kelompok kerja guru atau musyawarah guru mata pelajaran. Namun selesai mengikuti kegiatan pelatihan tersebut belum dapat di implementasikannya pada bentuk tulisan apakah itu berbentuk presentasi pada forum ilmiah, publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru.

Disamping itu banyaknya guru-guru yang sudah beberapa tahun pada golongan terakhir yang dimiliki belum berani untuk mengajukan pangkat ke golongan berikutnya, mengingat apa yang menjadi kendala adalah masalah hasil karya tulis ilmiah.

Melihat keadaan tersebut, saya sebagai seorang pengawas sekolah  SMP Kabupaten Sambas melakukan pembinaan kepada guru-guru dalam wadah bimbingan teknis menulis karya ilmiah yakni penelitian tindakan kelas di MKKS Selakau.

Adapun guru-guru yang pernah ikut serta dalam MGMP IPS sebanyak 32 orang hanya ada 3 orang yang mampu menyelesaikan penelitian tindakan kelasnya hingga seminar. Berikut ini daftar nama peserta MGMP IPS yang dikelola oleh SMPN 3 Satap Selakau Timur. Berikutnya lagi ada kegiatan yang serupa yang di gagas oleh kepala SMPN 4 Selakau dan SMPN 1 Selakau Timur yang diikuti oleh 15 orang peserta.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 4 Selakau tersebut tidak ada satupun guru yang menyelesaikan penyusunan proposal PTKnya. Disamping itu kegaitannyapun dilaksanakan hanya satu hari dan berupa materi dan kerangka kerja saja.

Berdasarkan data diatas perlu diadakan peningkatan kemampuan guru dalam menulis penelitian tindakan kelas dalam bentuk Bimbingan dan Latihan pada Guru Secara Berkelanjutan (Blingsatan). Blingsatan ini akan memberikan nilai kebangkitan bagi dunia pendidikan khususnya dalam penulisan karya tulis bagi guru. Mereka beraktivitas dalam dunia kerja (mengajar) sekaligus membuat sebuah penelitian yag berupa tindakan-tindakan, untuk mengatasi segala kesulitan apa yang dihadapi ketika mereka mengajar. Dengan demikian apa yang menjadi akar permasalahan dan kelemahan dalam mengajar dapat teratasi dan bahkan menghasilkan karya tulis yang luar biasa untuk kemajuan dunia pendidikan.

Tentunya tidak mudah jikalau kita hanya mengandalkan bahan bacaan untuk menyusun sebuah proposal, jikalau tidak dibarengi dengan tindakan nyata dan komitmen hati yang kuat, bahwa kita bisa melakukan penelitian tindakan kelas. Dalam melakukan penelitian paling tidak minimal adanya dua siklus kita dapat menemukan formulasi baru dalam kegiatan belajar mengajar. Tentunya penelitian tindakan kelas yang dilakukan guru tidak akan mengganggu jam mata pelajaran lainnya.

B. Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah dalam Best Practice ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1.     Apakah melalui Blingsatan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK?

2.     Bagaimana langkah-langkah Blingsatan agar dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK?

C. Tujuan

1.    Meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK melalui Blingsatan

2.    Mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK melalui Blingsatan

D.  Manfaat

1.    Dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK melalui Blingsatan

2.    Dapat mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK melalui Blingsatan







BAB II

KAJIAN PUSTAKA



A.  Kemampuan Guru dalam Menulis Penelitian Tindakan Kelas

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran. Seorang guru juga harus memiliki karisma, yaitu suatu pancaran kewibawaan bukan karena paksaan atau adanya peraturan yang mengikat, memiliki sifat konsisten, tegas, serta terbuka terhadap saran dan kritik yang membangun sehingga mampu menyusun sebuah penelitian tindakan kelas.

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis bagi guru yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pembelajaran di dalam kelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan agar dapat meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas lebih baik sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Selanjutnya menurut Komara, dkk (2016:43) penelitian tindakan kelas adalah pencermatan dalam bentuk tindakan terhadap kegiatan belajar yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Pentingnya penelitian tindakan kelas bagi guru menurut Arikunto, dkk (2015:6) untuk keberhasilan siswa dalam belajar lebih sukses dibandingkan dengan pembelajaran sehari-hari yang tidak menggunakan tindakan. Dalam pembelajaran, guru bukan membiarkan siswa hanya mendengarkan dengan pasif, melainkan menyuruh siswa untuk menanggapi apa yang disampaikan oleh guru.

Berikutnya menurut Yudhistira (2013:32) manfaat penelitian tindakan kelas bagi guru adalah adanya inovasi dalam setiap pembelajaran di kelas dan adanya pengembangan kurikulum yang mereka pahami serta adanya peningkatan profeisionalisme guru.

Sedangkan menurut pendapat Suyadi (2012:4) bahwa penelitian tindakan kelas mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1.    Guru merasa ada permasalahan yang mendesak untuk segera diselesaikan di dalam kelasnya.

2.    Refleksi diri, guru mengingat kembali apa saja tindakan yang dilakukan di dalam kelas.

3.    Fokus perhatian adalah proses pembelajaran antara guru dan siswa melalui interaksi.

4.    Bertujuan terus untuk memperbaiki pembelajaran tiada henti

                 Sedangkan yang menjadi objek penelitian tindakan kelas menurut Zainal (2013;37) adalah sebagai berikut :

1.  Unsur siswa, dapat dicermati objeknya ketika siswa sedang mengikuti proses pembelajaran.

2.  Unsur guru, ketika guru sedang mengajar di kelas, sedang membimbing siswa.

3.  Unsur materi pelajara, ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa.

4.  Unsur sarana pendidikan, ketika guru sedang mengajar dengan tujuan meningkatkan hasil belajar, yang diamati adalah guru dan siswa.

5. Hasil pembelajaran, tiga ranah yang dijadikan titik tujuan yang harus dicapai melalui pembelajaran.

6.  Lingkungan, lingkungan siswa dalam kelas.

7.  Pengelolaan, merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan.



Hasil yang dapat diperoleh melalui penelitian tindakan kelas, yaitu perbaikan mutu, proses, dan hasil pembelajaran, yakni adanya peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar peserta didik di sekolah, adanya peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran, baik itu  peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar lainnya.

Menurut Mulyasa (2016:155) penelitian tindakan kelas memiliki karakteristik sebagai berikut:

1.    Masalah yang diangkat untuk dipecahkan dan kondisi yang diangkat untuk ditingkatkan harus berangkat dari praktik pembelajaran nyata di kelas.

2.    Guru dapat meminta bantuan orang lain untuk mengenal dan mengelaborasi masalah yang akan dijadikan topik penelitian.

Penelitian tindakan kelas bersifat situasional, kontekstual, berskala kecil, terlokalisasi, dan secara langsung relevan dengan situasi nyata dalam dunia kerja. Penelitian tindakan kelas juga boleh bekerjasama dengan guru lain yang mengajar bidang pelajaran yang sama, yang akan berfungsi sebagai kolaborator.

Tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah untuk mengubah perilaku pengajaran, perilaku peserta didik di kelas. Bahkan juga dapat mengubah kerangka kerja melaksanakan pembelajaran kelas. Jadi, penelitian tindakan kelas lazimnya dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru pembelajaran dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di ruang kelas.

Penelitian tindakan kelas berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran kelas. Menurut Cohen & Manion, (1980: 211) bahwa penelitian tindakan kelas dapat berfungsi sebagai :

1.  Alat untuk mengatasi masalah-masalah yang didiagnosis dalam situasi pembelajaran di kelas.

2. Alat pelatihan dalam jabatan, membekali guru dengan keterampilan dan metode baru dan mendorong timbulnya kesadaran-diri, khususnya melalui pengajaran sejawat.

3. Alat untuk memasukkan ke dalam sistem yang ada (secara alami) pendekatan tambahan atau inovatif.

4. Alat untuk meningkatkan komunikasi yang biasanya buruk antara guru dan peneliti.

5.  Alat untuk menyediakan alternatif bagi pendekatan yang subjektif, impresionistik terhadap pemecahan masalah kelas.



            Dengan demikian bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru guru atau cara pendekatan baru guru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dalam kelas.

B. Struktur Proposal Penelitian Tindakan Kelas

            Langkah umum yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan rancangan penelitian tindakan kelas menurut Mulyasa (2016:156) adalah sebagai berikut :

1.    Identifikasi masalah

2.    Analisis masalah dan menentukan berbagai faktor penyebab

3.    Merumuskan ide-ide sementara tentang berbagai faktor penting yang berkaitan dengan masalah.

4.    Mengumpulkan dan menafsirkan data untuk mengembangkan alternatif tindakan.

5.    Merumuskan tindakan.

6.    Menilai hasil tindakan.

Menurut Hopkins dalam Rochiati (2008:80) untuk menolong mencari fokus permasalahan dapat dilakukan dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

1.    Apa yang sekarang sedang terjadi ?

2.    Apakah yang sedang berlangsung itu mengandung permasalahan ?

3.    Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasinya ?

4.    Saya ingin memperbaiki ....

5.    Saya mempunyai gagasan yang ingin saya cobakan di kelas saya ....

6.    Apa yang dapat saya lakukan dengan hal semacam itu.

Selanjutnya pendapat Komara, dkk (2016:125) bahwa perumusan masalah akan dipastikan sewaktu peneliti sudah berada di arena atau lapangan penelitian. Perumusan masalah yang bertumpu pada fokus dalam penelitian kualitatif bersifat tentatif. Artinya perumusan masalah yang bertumpu pada fokus dapat berubah dan dapat di sempurnakan di lapangan.

Adapun struktur proposal penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

a.    Halaman Judul Penelitian


Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya. Menurut A. Ghani (2014:195) judul yang baik adalah judul yang menggugah ketika pembaca sedang mencari informasi membaca judul suatu tulisan tersebut.  Sedangkan menurut Arikunto, dkk (2015:58) untuk judul penelitian harus memuat : what, who dan how. What adalah apa yang akan ditingkatkan dalam penenlitian itu, who adalah siapa yang akan ditingkatkan dan how menunjuk pada tindakan apa yang harus dilakukan oleh subjek tindakan.

b.   Pendahuluan


Pendahuluan terdiri dari latar belakang, masalah (rumusan masalah/pertanyaan penelitian), tujuan, ruang lingkup dan kontribusi atau manfaat penelitian



1)        Latar belakang

Jelaskan alasan melakukan penelitian tentang judul penelitian yang diajukan. Kemukakan secara jelas urgensinya apa, nyatakan gejala permasalahannya dan didukung oleh data-data. Masalah tersebut merupakan isu pendidikan di dalam kelas ketika guru mengajar yang mengarah pada sasaran pendidikan.

2)        Rumusan masalah

Rumusan masalah, cukup satu kalimat saja, di bawahnya beberapa pertanyaan, yang nantinya jadi tujuan penelitian dalam perumusan masalah dijelaskan tentang definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan  dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan,  dan cara pengukuran serta cara mengevaluasinya.

3)        Tujuan Penelitian

Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai berdasarkan masalah yang dikemukakan. Seandainya ada tujuan umum dan tujuan khusus, maka masing-masing diuraikan dengan jelas, sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya.

4)        Ruang lingkup.

Jelaskan ruang lingkup penelitian dengan jelas, tempat, unit sekolah, responden, dan lainnya.

5)        Manfaat Hasil Penelitian

Uraikan manfaat hasil penelitian terhadap usulan kebijakan dan kualitas pendidikan atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

c.    Kajian Pustaka


Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut.

d.   Metode Penelitian


Metode penelitian dapat dirinci dan diuraikan sesuai dengan keperluan. Metode penelitian dilengkapi dengan bagan penelitian yang dibuat secara utuh dengan tahapan yang jelas, teknik-teknik pengumpulan data yang tidak umum perlu dijelaskan, demikian pula analisa yang dilakukan, dan indikator capaian yang terukur.

e.    Jadwal Penelitian

Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama maksimum 4 bulan.

f.     Daftar Pustaka, disusun berdasarkan sistem nama dan tahun, dengan urutan abjad nama pengarang, tahun, judul tulisan, kota terbit dan nama penerbit.

C. Struktur Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas

Laporan hasil penelitian tindakan kelas, berisi laporan hasil penelitian yang dilakukan guru pada bidang pendidikan yang telah dilaksanakan guru di sekolahnya dan berupa tindakan kelas. Laporan hasil penelitian tindakan kelas umumnya dipublikasikan dalam bentuk laporan hasil penelitian yang diseminarkan di sekolahnya dan disimpan di perpustakaan.

            Adapun yang dapat di jadikan sebagai struktur laporan hasil penelitian tindakan setidaknya seperti di bawah ini :

1.  Bagian Awal yang terdiri dari: halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.

2. Bagian Isi umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:

a.    Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat hasil penelitian.

b.    Bab Kajian Teori/ Tinjauan Pustaka.

c.    Bab Metode Penelitian.

d.    Bab Hasil-hasil Penelitian.

e.    Bab Simpulan dan Saran-saran.

3.    Bagian Penunjang sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang selengkap-lengkapnya (seperti instrumen yang digunakan, contoh hasil kerja peserta didik, contoh isian instrumen, foto-foto kegiatan, surat ijin penelitian, rencana pembelajaran (RPP), daftar hadir pada saat pertemuan penelitian, dan dokumen pelaksanaan penelitian lain yang menunjang keaslian penelitian tersebut).

Laporan PTK yang belum diseminarkan, disarankan untuk segera melakukan seminar minimal di sekolah/MGMP dengan mengundang minimal 3 sekolah di sekitarnya dengan jumlah peserta seminar minimal 15 orang dan memenuhi segala kelengkapan kegiatan seminar diantaranya surat keterangan dari kepala sekolah yang ditempati seminar/panitia seminar/Ketua MGMP, berita acara seminar, daftar hadir, notulen seminar, foto-foto kegiatan seminar dan persyaratan lain sesuai dengan aturan.

Menurut Priansa (2014:329) guru perlu memvalidasi pernyataan tentang keberhasilan penelitian tindakan kelas melalui pemeriksaan kritis dengan mencocokkan pernyataan dengan bukti(data mentah), baik dilakukan sendiri maupun dengan teman sejawat, meminta teman sejawat untuk memeriksanya serta memberikan masukan dan terakhir menyajikannya dalam suatu seminar.

D.  Bimbingan dan Latihan Pada Guru Secara Berkelanjutan

Guru sebagai pendidik profesional, agar dapat melaksanakan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,dan mengevaluasi peserta didik juga dituntut memanfaatkan IPTEK untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki secara berkelanjutan. Peningkatan kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap peningkatan akademik peserta didik. Tidak sebatas peningkatan akademik, peningkatan kompetensi guru memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Menurut Sudarwan Danim ( 2010: 30) bahwa pengembangan kompetensi guru dapat dilaksanakan melalui berbagai strategi dalam bentuk pendidikan dan latihan maupun bukan diklat. Maka dengan demikian kegiatan Bimbingan dan Latihan Pada Guru Secara Berkelanjutan (Blingsatan) termasuk di dalam pengembangan kompetensi guru.

Blingsatan diartikan salah satu latihan dimana peserta secara individu maupun secara kelompok hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan tugas yang sebenarnya hanya untuk mendapatkan pengalaman tertentu saja. Singkatnya, blingsatan merupakan gabungan antara teori dan praktik.

Blingsatan yang diberikan pada guru-guru SMP di MKKS Kecamatan Selakau dan Selakau Timur ini bukan hanya satu kali pertemuan, artinya dibuat untuk beberapa kali pertemuan sehingga memang sangat menungkinkan untuk dapat menyelesaikan sebuah karya tulis. Dengan demikian, Blingsatan merupakan tempat berkumpulnya para guru yang berkaitan dan berinteraksi satu sama lain dengan memaparkan gagasan yang mereka miliki, agar mereka bisa menyelesaikan suatu permasalahan.

Blingsatan merupakan pertemuan yang dilakukan untuk saling bertukar ilmu pengetahuan dan pengalaman di antara para peserta yang memiliki profesi atau keahlian yang sama. Blingsatan berguna untuk menambah ilmu pengetahuan atau mendapatkan solusi terbaik atas permasalahan tertentu. Adapun kelebihan yang dimiliki Blingsatan adalah sebagai berikut:

1.  Peserta memperoleh informasi atau keterangan teoritis yang mendalam tentang permasalahan tertentu.

2. Peserta memperoleh berbagai petunjuk praktis guna melaksanakan tugasnya.

3. Peserta di bimbing dan dilatih untuk bersikap dan berpikir secara ilmiah.

4.  Peserta di bimbing dan dilatih agar mampu bekerjasama dengan orang lain.















BAB III

METODE

A. Prosedur

Berikut ini akan diuraikan tentang beberapa cara Blingsatan yaitu : tahap pertemuan pertama penyusunan proposal, memberikan gambaran tentang format sebuah proposal penelitian tindakan kelas secara bertahap satu persatu.

Pertemuan kedua, memeriksa hasil proposal yang dibuat oleh peserta dari beberapa orang yang sudah selesai. Bagi yang belum selesai tetap melanjutkan penyusunan proposal dibantu dan di bimbing oleh temannya yang sudah selesai. Pertemuan tahap ke tiga adalah melakukan penyusunan tahapan penelitian tindakan kelas. Dalam pertemuan ini peserta disuruh menyusun atau memperbaiki RPP yang sudah dirancang disesuaikan lagi dengan metode dan langkah-langkah pembelajaran yang dibuat dalam proposal penelitian tindakan kelas.

Berikutnya bagi peserta yang sudah siap dengan rancangan penelitiannya tentunya akan melaksanakan penelitian tindakan kelas dibantu seorang observer dari guru pada sekolah yang bersangkutan. Rata-rata kegiatan yang dirancang dengan 2 siklus.

Pertemuan tahap keempat adalah menyusun laporan penelitian tindakan kelas dengan melengkapai segala format lampiran yang sudah disediakan termasuk lampiran pendukungnya. Pada pertemuan ini juga dibahas tentang pertemuan selanjutnya yakni mengadakan seminar penelitian tindakan kelas. Bagi peserta yang sudah selesai agar segera mendaftar pada pengurus MKKS untuk mengadakan seminar penelitian.

B. Perangkat Atau Instrumen Yang Digunakan

                 Untuk mempermudah kegiatan Blingsatan maka diperlukan ada beberapa perangkat atau instrumen yang mudah di pahami oleh peserta :

1. Lembar Kerja

2. Panduan Singkat Penyusunan Proposal

3. Kerangka Bantu Proposal PTK

             



C. Cara Pemecahan Masalah

1.  Alasan pemilihan strategi pemecahan masalah

Adalah kegiatan peningkatan pemahaman dan pengimplementasian kompetensi yang dimiliki oleh peserta bimbingan dalam menyusun proposal PTK dan melakukan penelitian yang kemudian menyusun laporannya.

2.  Deskripsi strategi pemecahan masalah

a.  Membantu peserta bimbingan dan latihan dalam mengatur strategi atau metode pembelajaran dan bahkan penyusunan  program pembelajaran setiap siklus.

b.  Membantu peserta bimbingan dan latihan melakukan penyesuaian materi dengan metode yang diangkat dalam penelitian tindakan kelas pada setiap siklus.

c.  Memantau secara langsung apa yang menjadi kesulitan peserta, yang kemudian didiskusikan langkah apa yang sesuai untuk mengatasi masalah kesulitan yang dihadapi.

d.  Mengoreksi dan memberikan solusi bagi peserta yang mengalami kendala dalam  menyusun langkah-langkah dan tahapan setiap proposal yang dibuat.

e.  Membimbing penyusunan kegiatan tiap-tiap siklus, langkah apa yang diambil untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan mencocokkan rencana pembelajarannya.

f. Mengumpulkan hasil temuan ketika dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk di analisa dan diimplementasikan dalam bentuk laporan penelitian.

g.  Membimbing peserta untuk menyusun laporan sesuai dengan format yang sudah disediakan, lengkap dengan lampirannya.

h.  Menjelaskan langkah-langkah kegiatan seminar hasil penelitian tindakan kelas.











BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Kegiatan Sebelumnya

Banyaknya kegiatan guru dalam menyusun penelitian tindakan kelas, diantaranya  yang sudah diadakan oleh MGMP IPS yang di kelola oleh SMPN 3 Satap Selakau Timur. Terus selanjutnya yang diadakan oleh SMPN 1 Selakau Tumur dan SMPN 4 Selakau juga tentang penelitian tindakan kelas. Namun kegiatan tersebut oleh karena dilaksanakan dalam 1 hari, tentunya tidak akan efektif. Bahkan saya selaku nara sumber hanya dapat memberi teori tentang  menyusun penelitian tindakan kelas saja. Selebihnya diserahkan kepada guru untuk otodidak dalam berkarya.

Dari 32 peserta bimbingan teknis hanya 3 orang yang sampai dengan seminar penelitian tindakan kelas. Sedangkan yang lainnya baru sampai dengan proposal penelitian, tidak melanjutkan lagi.

Berikutnya yang diselenggarakan oleh SMPN 4 Selakau dengan kegiatan bimbingan teknis penelitian tindakan kelas juga. Sebanyak 15 orang yang mengikuti kegiatan bimbingan teknis penulisan penelitian tindakan kelas tersebut tidak ada satupun yang akan melanjutkan dan membuat penenlitian tindakan kelas.

Berdasarkan pada dua kegiatan tersebut diatas penulis melakukan evaluasi diri bahwa perlu adanya kegiatan Bimbingan dan Latihan Pada Guru Secara Berkelanjutan dengan model pembimbingan secara terpadu. Disamping itu juga perlu diberikan langkah-langkah penyusunan proposal berupa instrumen tagihan kerja.

B.  Pembahasan

Peserta Blingsatan ini diikuti oleh guru-guru Selakau dan Selakau Timur yang sebagian besar sudah pernah mengikuti kegiatan yang serupa, namun banyak tidak dapat menyelesaikan penelitian tindakan kelasnya. Adapun daftar nama peserta guru yang ikut adalah sebagai berikut :





Tabel 4.1

Data Peserta Bimbingan dan Latihan  Pada Guru Secara Berkelanjutan

No
Nama
Pangkat/Gol
Asal Sekolah
Mata Pelajaran
TMT gol
1
Arfiana, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 1 Selakau
IPS
4 th 0 bln
2
Marina, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 1 Selakau
Matematika
4 th 6 bln
3
Masruroini, S.S
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 1 Selakau
Bhs. Inggris
4 th 6 bln
4
Yanti
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 1 Selakau
Bhs. Igggris
4 th 0 bln
5
Jamiat, S.Pd.PKn
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 2 Selakau
PKn
4 th 0 bln
6
Matyani
Penata Muda/ IIIa
SMPN 2 Selakau
PKn
1 th 0 bln
7
Sukur, S.Pd
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 2 Selakau
B.    Igggris
3 th 4 bln
8
Minandar, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 2 Selakau
IPS
4 th 0 bln
9
Rini Hidayati, ST
Penata  Tk.I/ III D
SMPN 3 Selakau
IPA
4 th 4 bln
10
Sri Ruzi, S.Pd
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 3 Selakau
B.    Inggris
3 th 4 bln
11
Sri Dahliati, S.Pd
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 3 Selakau
B.Indonesia
4 th 4 bln
12
Muliati
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 3 Selakau
IPA
4 th 6 bln
13
Hasbi, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 4 Selakau
Matematika
4 th 0 bln
14
Gustiningsih, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 4 Selakau
Matematika
8 th 6 bln
15
Kurniawati, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 4 Selakau
PKn
8 th 6 bln
16
Nur Alfiyah, S.Pd
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 4 Selakau
IPA
6 th 0 bln
17
Eka Surpita, S.Pd. I
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 4 Selakau
Pend. Agama Islam
8 th 0 bln
18
Irma Zuliana, S.Pd
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 4 Selakau
B.Indonesia
6 th 6 bln
19
Dahniar D, S.Pd
Pembina / IV A
SMPN 5 Selakau
PKn
6 th 6 bln
20
Suhadi, S.Pd
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 5 Selakau
Matematika
4 th 0 bln
21
Oldi, S.Pd.I
Pembina / IV A
SMPN 5 Selakau
Agama Islam
4 th 6 bln
22
Supia Sulaiman, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 1 Selakau Timur
Matematika
4 th 0 bln
23
Hasanudin, S.Pd. Ing
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 1 Selakau Timur
B. Inggris
3 th 6 bln
24
Endang Eliana Dwi, M.Pd
Penata/ III C
SMPN 2 Selakau Timur
IPA
3 th 6 bln
25
Ani, M.Pd
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 2 Selakau Timur
IPA
6 th 6 bln



No
Nama
Pangkat/Gol
Asal Sekolah
Mata Pelajaran
TMT gol
26
Jumiati, SH
Penata/ III C
SMPN 2 Selakau Timur
PKn
6 th 6 bln
27
Ermada, S.Pd.I
Pembina / IV A
SMPN 3 Selakau Timur
Pend. Agama Islam
5 th 4 bln
28
Bambang S, S.Pd
Penata/ III C
SMPN 3 Selakau Timur
Matematika
6 th 0 bln
29
Zulfiani, S.Pd
Penata Muda / III A
SMPN 3 Selakau Timur
IPA
2 th 8 bln
30
Budiyana, S.Pd
Pembina / IV A
SMPN 2 Selakau
IPA
4 th 4 bln
31
Triyanto, S.Pd
Pembina / IV A
SMPN 3 Selakau
IPA
8 th 4 bln



Sumber : MKKS Kec. Selakau



Hasil atau dampak yang dicapai dari strategi yang dipilih adalah dapat dilihat dari kegiatan Blingsatan dalam menyusun laporan penelitian tindakan kelas serta menyelenggarakan seminar penelitian. Adapun peserta bimbingan yang sudah melaksanakan seminar penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2

Data Peserta Yang sudah Seminar

No
Nama/NIP
Pangkat/Gol
Asal Sekolah
Keterangan
1
Marina, S.Pd
19680527 200212 2 003
Penata/ III C
SMPN 1 Selakau
Seminar 16/3/2017
2
Jamiat, S.Pd.PKn
19681015 200604 1009
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 2 Selakau
Seminar 16/3/2017
3
Sukur, S.Pd
19680408 200604 1009
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 2 Selakau
Seminar 2/3/2017
4
Sri Ruzilawati, S.Pd
19870701 201101 2008
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 3 Selakau
Seminar 16/3/2017
5
Sri Dahliati, S.Pd
19730726 200701 2024
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 3 Selakau
Seminar 2/3/2017
6
Hasbi, S.Pd
19730525 200212 1008
Penata/ III C
SMPN 4 Selakau
Seminar 26/04/2020
7
Gustiningsih, S.Pd
19840821 200902 2008
Penata/ III C
SMPN 4 Selakau
Seminar 26/04/2020
8
Kurniawati, S.Pd
19800509 200902 2004
Penata/ III C
SMPN 4 Selakau
Seminar 26/04/2020
9
Dahniar D, S.Pd
19700304 199802 2004
Pembina / IV A
SMPN 5 Selakau
Seminar 26/04/2020
10
Suhadi, S.Pd
19700620 200212 1005
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 5 Selakau
Seminar 16/3/2017
11
Oldi, S.Pd.I
19680707 199102 1001
Pembina / IV A
SMPN 5 Selakau
Seminar 14 September 2017
No
Nama/NIP
Pangkat/Gol
Asal Sekolah
Keterangan
12
Supia Sulaiman, S.Pd
19680920 200212 1 006
Penata/ III C
SMPN 1 Selakau Timur
Seminar 2/3/2017
13
Endang Eliana , M.Pd
19860605 200902 2010
Penata/ III C
SMPN 2 Selakau Timur
Seminar 2/3/2017
14
Ani, M.Pd
19850106 200803 2002
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 2 Selakau Timur
Seminar 26/04/2017
15
Bambang S, S.Pd
19760626 200502 1002
Penata/ III C
SMPN 3 Selakau Timur
 Seminar 15 Desember 2017
16
Budiyana, S.Pd
19710623 199803 1006
Pembina / IV A
SMPN 2 Selakau
Seminar 26/04/2017
17
Triyanto, S.Pd
196701201990031012
Pembina / IV A
SMPN 3 Selakau
Seminar 26/04/2017
18
Eka Surpita, S.Pd. I
19861012 201001 2031
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 4 Selakau
Seminar 26/04/2017



Sumber : MKKS Kec. Selakau



Berdasarkan tabel diatas bahwa sudah 18 orang yang sudah melaksanakan seminar penelitian tindakan kelas. Sisanya sebanyak 13 orang peserta Blingsatan ada yang sudah selesai penelitian tindakan kelasnya ada juga yang belum melanjutkan baru sampai dengan proposal penelitian sudah malas untuk melanjutkan, dengan alasan karena sudah terlambat dan tidak lagi mengajar pada kelas yang sama.

Adapun daftar nama peserta yang sudah selesai penelitiannya ada 4 orang, namun tidak melaksanakan seminar adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3

Data peserta Yang Sudah Selesai PTK Tidak Seminar

No
Nama
NIP
Pangkat/Gol
Asal Sekolah
1
Rini Hidayati, ST
19770620 200502 2003
Penata  Tk.I/ III D
SMPN 3 Selakau
2
Ermada, S.Pd.I
19680202 198904 1001
Pembina / IV A
SMPN 3 Selakau Timur
3
Zulfiani, S.Pd
19880708 201502 2001
Penata Muda / III A
SMPN 3 Selakau Timur
4
Nur Alfiyah, S.Pd
19881126 201101 2011
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 4 Selakau



Sumber : MKKS Kec. Selakau



Berikutnya sampai dengan proposal, namun tidak melanjutkan penelitian tindakan kelasnya sebanyak 9 orang. Adapun nama-nama peserta yang tidak melanjutkan penelitiannya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4

Data Peserta Workshop Yang sampai dengan Proposal

No
Nama
NIP
Pangkat/Gol
Asal Sekolah
1
Arfiana, S.Pd
19780401 200801 2017
Penata/ III C
SMPN 1 Selakau
2
Masruroini, S.S
19861108 201101 2013
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 1 Selakau
3
Yanti
 19700204 2006042007
 Penata/ III C
SMPN 1 Selakau
4
Matyani
19660513 200701 1020
Pengatur Tk. I / II D
SMPN 2 Selakau
5
Minandar, S.Pd
19730513 200801 1006
Penata/ III C
SMPN 2 Selakau
6
Muliati
19710108 200604 2012
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 3 Selakau
7
Hasanudin, S.Pd.
19710625 200604 1004
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 1 Selakau Timur
8
Jumiati, SH
 19681112 200502 2 002
Penata/ III C
SMPN 2 Selakau Timur
9
Irma Zuliana, S.Pd
19870906 201101 2006
Penata Muda Tk.I/ III B
SMPN 4 Selakau



            Sumber : MKKS Kec. Selakau



Berdasarkan data-data diatas bahwa sebanyak 22 guru dapat menyusun PTK (70,97%) mulai dari proposal dan melaksanakan penelitian yang selanjutnya menyusun laporan PTK dan yang terakhir melakukan seminar penelitian tindakan kelas. Dengan demikian Blingsatan dapat memberikan dampak yang positip bagi peningkatan kemampuan guru dalam menulis PTK. Adapun alasan inovatif yang diambil dalam melakukan Blingsatan adalah :

1.    Membimbing guru satu persatu secara individual, mulai dari penyusunan proposal, melakukan penelitian, penyusunan laporan penelitian hingga seminar penelitian.

2.    Membahas materi secara terpadu pada setiap bab

3.    Pembimbingan dilakukan lebih dari 2 orang pembimbing secara bergantian ataupun secara bersama-sama

4.    Membuat jadwal untuk pertemuan berikutnya berdasarkan kemampuan guru/peserta bimbingan.

5.    Membuat kesepakatan baru setiap selesai pembimbingan antara pembimbing dengan peserta.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

1.  Melalui Blingsatan yang dilakukan oleh MKKS Selakau dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK yakni sebanyak 18 orang guru sampai dengan seminar penelitian tindakan kelas.

2. Melalui Blingsatan dengan menggunakan berbagai langkah-langkah pembinaan inovatif dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis PTK.

B. Saran

1.  Bagi guru yang tergabung dalam wadah MGMP sebaiknya melakukan dan menjadwalkan kegiatan Blingsatan.

2. Bagi MKKS yang ada di Kabupaten Sambas perlu mengadakan kegiatan yang serupa untuk peningkatan kemampuan guru dalam menulis.

3. Kepada Pengawas yang lain perlu berkolaborasi dalam membina guru-guru menyusun karya tulis ilmiah

4. Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas perlu mendorong MGMP untuk selalu bersinergi dalam melakukan kegiatan penulisan karya ilmiah, baik dalam memberikan materi pelatihan ataupun dana kegiatan.





















DAFTAR PUSTAKA

A.Ghani,A.Rahman.2014.Metodologi Penelitian Tindakan Sekolah.Jakarta.Raja Grafindo Persada.

Arikunto, Suharsimi, dkk.2015. Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta. Bumi Aksara

Aqib, Zainal. 2013.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru. Bandung.Yrama Widya.

Cohen, L & Manion, L. (1980) Research Methods in Education. London & Canberra: Croom Helm.



Danim, Sudarwan.2010.Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Bandung.Alfabeta.

Komara, Endang, dkk. 2016.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan PTK Bagi Guru. Bandung. PT. Refika Aditama.

Mulyasa.2016. Menjadi Guru Profesional.Bandung. Remaja Rosdakarya.



Priansa, Donni Juni. 2014. Kinerja dan Profesionalisme Guru. Bandung. Alfabeta

Suyadi.2012. Buku Panduan Guru Profesional PTK dan PTS.Yokyakarta. PT. Andi

Wiriaatmadja, Rochiati. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Yudhistira, Dadang. 2013. Menulis Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Grasindo.