KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU  







Pendahuluan



Pada saat awal seorang guru mulai mengajar dan mengenal lingkungan sekolah, mereka menghadapi beberapa hambatan antara lain: pengenalan karakteristik peserta didik, budaya sekolah, beradaptasi, dan berkomunikasi dengan warga sekolah.  Oleh karena itu seorang guru harus memiliki keterampilan dasar mengajar. Keterampilan yang harus dimiliki guru mulai dari keterampilan yang bisa digunakan dalam pembelajaran ekspositori sampai keterampilan yang bisa digunakan dalam pembelajaran kooperatif.

Strategi pembelajaran harus diarahkan untuk memfasilitasi pencapaian kompetensi yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum agar setiap individu mampu menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Pada gilirannya mereka menjadi komponen penting untuk mewujudkan masyarakat belajar. Kualitas lain yang dikembangkan kurikulum dan harus terealisasikan dalam proses pembelajaran antara lain kreativitas, kemandirian, kerja sama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa

Menurut Sardiman (2000:123) Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Berdasarkan  pengertian guru di atas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Guru adalah seseorang yang memiliki wewenang dan bertanggungjawab untuk mendidik dan mengajar peserta didik, baik secara individual maupun secara klasikal yang berlangsung baik di dalam sekolah  maupun di luar sekolah.

Di dalam pembelajaran, peserta didik difasilitasi untuk terlibat secara aktif mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi. Guru menyediakan pengalaman belajar bagi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi yang dimiliki mereka menjadi kompetensi yang ditetapkan dalam dokumen kurikulum atau lebih. Pengalaman belajar tersebut semakin lama semakin meningkat menjadi kebiasaan belajar mandiri sebagai salah satu dasar untuk belajar sepanjang hayat.





Optimalisasi Keterampilan Dasar Mengajar Guru



Dalam suatu kegiatan belajar dapat terjadi pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam kombinasi dan penekanan yang bervariasi. Setiap kegiatan belajar memiliki kombinasi dan penekanan yang berbeda dari kegiatan belajar lain tergantung dari sifat muatan yang dipelajari. Meskipun demikian, pengetahuan selalu menjadi unsur penggerak untuk pengembangan kemampuan lain.

Mengingat tugas dan peran seorang guru yang sangat besar dan merupakan unsur yang sangat penting dalam bidang pendidikan, maka seorang guru harus mampu menempatkan kedudukannya sebagai tenaga yang profesional, sesuai dengan tututan dari masyarakat yang semakin berkembang. Sebagai seorang pendidik, guru bertugas mengajar dan menanamkan nilai-nilai dan sikap kepada peserta didiknya untuk melaksanakan tugas tersebut seorang guru harus memiliki berbagai kompetensi dan kepribadian yang menarik.

Mengajar merupakan aktivitas mentransfer ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh seorang guru dan peserta didik selaku penerima ilmu pengetahuan tersebut. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan adanya proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru berlangsung secara efektif. Di bawah ini akan diuraikan ciri-ciri mengajar yang efektif sebagai panduan bagi guru dalam melaksanakan praktik pengajaran di kelas.

Menurut Usman (2010:21) terdapat lima variabel yang mendukung terciptanya kondisi belajar-mengajar yang efektif, yaitu :

1. Melibatkan siswa secara aktif

2. Menarik minat dan perhatian siswa

3. Membangkitkan motivasi siswa

4. Prinsip Individualitas

5. Peragaan dalam pembelajaran. 

Sedangkan menurut Nasution (2009:1100 ) ciri-ciri guru yang efektif dalam melakukan pengajaran di kelas, yaitu:

1. Memulai dan mengakhiri pelajaran tepat waktu

2. Mengemukakan tujuan pelajaran pada permulaan pelajaran

3. Menyajikan pelajaran baru langkah demi langkah dan memberi latihan pada akhir setiap langkah

4. Mengajukan banyak pertanyaan dan berusaha memperoleh jawaban dari semua atau sebanyak-banyaknya siswa untuk mengetahui pemahaman setiap siswa

5. Memantau kemajuan siswa, member balikan yang sistematis dan memperbaiki setiap kesalahan

6.  Mengadakan evaluasi berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.

Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal. Ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal. Namun kita lihat fenomena sekarang ini ketika peserta didik berhasil, orang tua mengakui bahwa itu adalah atas jasa usaha mereka selama ini membina dan mendidik anaknya. Namun ketika ada permasalahan atau sebaliknya, malah guru yang dipermasalahkan.

Minat, bakat, kemampuan dan potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu perlu memperhatikan peserta didik secara individual, karena antara satu peserta didik dengan yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

Menurut Priansa (2014:128) keterampilan dasar mengajar guru di baginya atas :

1. Keterampilan membuka, yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk meciptakan prakondisi bagi peserta didik agar mental maupun perhatiannya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya.

2. Keterampilan bertanya, merupakan keterampilan dasar yang dimiliki guru untuk bertanya kepada peserta didik dan mampu memotivasi peserta didik untuk bertanya kepada guru.

3. Keterampilan memberi penguatan, merupakan keterampilan yang dilakukan oleh guru secara verbal, misalnya ungkapan bagus, pintar, cerdas dan lain-lain. Namun bisa juga secara non verbal misalnya gerakan, isyarat, sentuhan, dan elusan.

4. Keterampilan mengadakan variasi, keterampilan untuk memberikan stimulus pembelajaran secara bervariasi baik melalui penggunaan teknologi informatika dan komunikasi/multimedia, multi metode maupun sumber belajar secara bervariasi.

5. Keterampilan menjelaskan, dimana guru yang mampu melaksanakan kegiatan transfer keilmuan.

6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya dalam satu kelompok.

7. Keterampila mengelola kelas, pada intinya bagaimana proses pembelajaran di kelas dapat berlangsung secara optimal.

8. Keterampilan pembelajaran perseorangan, dimana guru dapat memberikan variasi, bimbingan da penggunaan media pembelajaran dalam rangka memberikan sentuhan kebutuhan individual.

9. Keterampilan menutup pelajaran, kemampuan guru untuk mengambil intisari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Guru  hendaknya dapat menjadi guru yang benar-benar profesional, tidak hanya profesional dengan mendapatkan sertifikat pendidik, tetapi lebih jauh lagi profesional secara keilmuan dan praktik di lapangan. Sebab dengan profesionalisme yang dimiliki akan meningkatkan kepuasan kerja serta harkat dan martabat guru itu sendiri.

Konsistensi Guru Dalam Pembelajaran

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Berarti guru harus konsisten untuk meningkatkan mutu pendidikan. Konsistensi guru dalam mengajar adalah merupakan salah satu sikap dari manusia yang sifatnya adalah untuk memegang teguh suatu prinsip atau pendirian dari segala hal yang telah di tentukan.

Guru mulai dari menyusun perencanaan yakni menyusun RPP dan Silabus, melaksanakan  proses pengajaran dengan menggunakan RPP dan Silabus pada saat pengajaran berlangsug, melaksanakan evaluasi dan melakukan tindak lanjut berupa remedial dan pengayaan. Dalam menetapkan suatu gagasan atau keputusan tidak berubah-ubah secara singkat. Seorang guru juga harus memiliki kharisma, yaitu suatu pancaran kewibawaan bukan karena paksaan atau adanya peraturan yang mengikat, memiliki sifat konsisten, tegas, serta terbuka terhadap saran dan kritik yang membangun.

1. Menyusun Rencana Pembelajaran

Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD dan untuk guru matapelajaran yang diampunya untuk guru SMP, SMA, dan SMK. Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran, dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompok.

Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau secara bersama-sama melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di dalam suatu sekolah tertentu difasilitasi dan disupervisi kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah.  Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok melalui MGMP antar sekolah atau antar wilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan.

            Dalam proses pendidikan dan pembelajaran bahwa perencanaan tidak dapat kita abaikan begitu saja, karena banyak aspek yang harus kita berikan kepada peserta didik. Menurut Saroni (2011: 49) bahwa rencana pembelajaran merupakan koridor yang harus diikuti guru dan anak didik untuk penyelenggaraan proses belajar. Rencana pembelajaran adalah pedoman bagi guru dalam pelaksanaan proses sehingga terjadi pembiasaan ataupun pengembangan materi di luar yang harus diberikan pada saat tersebut.

            Adapun manfaat perencanaan pengajaran menurut Majid (2008: 22) yaitu :

1.    Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan

2.    Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan

3.    Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik bagi guru maupun murid

4.    Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan

5.    Untuk bahan penyusunan data  agar terjadi keseimbangan kerja

6.    Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk mengajar. RPP disusun guru sebagai terjemahan dari ide kurikulum dan berdasarkan silabus yang  telah  dikembangkan ke dalam bentuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran. Sebagai perencana guru hendaknya dapat mendiagnosa kebutuhan peserta didik sebagai subyek belajar. Guru dapat merumuskan tujuan kegiatan pembelajaran dan menetapkan strategi pengajaran yang ditempuh untuk merealisasikan tujuan yang telah dirumuskan.

2. Melaksanakan  Proses Pengajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui  interaksi  antar  peserta  didik,  peserta  didik  dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Sebagai pelaksanaan rencana pengajaran yang telah disusun guru hendaknya mempertimbangkan keadaan yang ada dan memperbaiki setiap keadaan yang muncul mejadi kondisi yang memungkinkan berlangsung terjadinya kegiatan belajar mengajar.

3. Melaksanakan Penilaian

Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka atau deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi untuk mengambil keputusan. Sedangkan penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Penilaian dilaksanakan melalui berbagai bentuk antara lain: penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), dan penilaian diri. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.

Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian acuan norma adalah penilaian dimana kedudukan siswa dibandingkan dengan kawan kawan sekelompoknya kelemahan PAN kurang dapat menggambarkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi ajar PAN memungkinkan penilaian memiliki peringkat.

Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Standar penilaian pendidikan disusun sebagai acuan penilaian bagi pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah pada satuan pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Standar penilaian tersebut disusun untuk menjamin perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengankonteks sosial budaya; dan pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.

Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan untuk mengetahui perkembangan dan tingkat pencapaian hasil pembelajaran. Penilaian memerlukan data yang baik. Salah satu sumber data itu adalah hasil pengukuran. Pengukuran merupakan seperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasil kegiatan pembelajaran.

4. Melakukan Tindak Lanjut Remedial dan Pengayaan



Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang  ditetapkan. Apabila dijumpai adanya peserta didik yang tidak mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan, maka muncul permasalahan mengenai apa yang harus dilakukan oleh pendidik. Salah satu tindakan yang diperlukan adalah pemberian program pembelajaran remedial atau perbaikan.

Dengan kata lain, remedial diperlukan bagi peserta didik yang belum mencapai kemampuan minimal yang ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Pemberian program pembelajaran remedial didasarkan atas latar belakang bahwa pendidik perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik.

Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru  bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.

a.    Remedial

Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, atau oleh guru lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan dan mengetahui kekurangan peserta didik. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Kegiatan dapat berupa tatap muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri, kemudian dilakukan penilaian dengan cara menjawab pertanyaan, membuat rangkuman pelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan data. Waktu remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru, dapat dilaksanakan  pada atau di luar jam  efektif. Remedial hanya diberikan untuk indikator yang belum tuntas.

Menurut Bradfield dalam Majid ( 2008: 237 ) bahwa dalam memberikan program perbaikan sebaiknya guru harus :

(1)   Memberikan tugas-tugas singkat tentang hal-hal yang harus dikerjaka oleh peserta didik dengan memeprtimbangkan juga penyelesaian tugas-tugas sebelumnya.

(2)   Pastikan bahwa peserta didik telah memahami secara baik tentang apa yang yang harus dikerjakannya.

(3)   Atur waktu pertemuan dengan kegiatan lain secara bertahap

(4)   Hindari memberikan petunjuk secara panjang lebar dan sukar dipahami

(5)   Petunjuk mengerjakan tugas hendaklah diberikan bagian per bagian

(6)   Berikan sebanyak mungkin dorongan agar menyelesaikan tugas yang diberikan

(7)   Menjaga suasana perasaan peserta didik dalam keadaaan stabil dan tenang.

(8)   Hindari pemerian tugas yang terlalu berat dan usahaka menumbuhkan suatu kecintaan untuk belajar.



Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap  peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Hambatan yang terjadi dapat berupa kurangnya pengetahuan dan keterampilan prasyarat atau lambat dalam mecapai kompetensi. Dengan diberikannya pembelajaran remedial bagi peserta didik  yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, maka peserta didik ini memerlukan waktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan. Mereka juga perlu menempuh penilaian kembali setelah mendapatkan program pembelajaran remedial.

b.   Pengayaan

Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki  penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya, atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan, agar dapat mengembangkan potensi secara optimal. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai peserta didik pada mata pelajaran bersangkutan. Adapun bentuk lain dari pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui belajar belompok, belajar mandiri,  pembelajaran berbasis tema ataupun dengan pemadatan kurikulum.

            Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing

Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas belajarnya. Sebelum memberikan pembelajaran pengayaan, terlebih dahulu pendidik perlu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan yang dimiliki peserta didik. Banyak teknik yang dapat digunakan, antara lain menggunakan tes, wawancara, pengamatan dan sebagainya. Setelah diketahui kelebihan yang dimiliki, peserta didik diberikan pembelajaran pengayaan. Bentuk pembelajaran pengayaan misalnya pembelajaran kelompok, belajar mandiri, pembelajaran tematik, dan pemadatan kurikulum.

Seorang guru harus konsisten dalam merencanakan program pengajaran kemudian apa yang direncanakan dilaksanakan dengan tetap berpedoman pada yang telah dibuat, yaitu ketika mengajar selalu mempergunakan perangkat pembelajaran yang telah disusun. Setelah itu melaksanakan evaluasi yang sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Apabila setelah melakukan evaluasi barulah memberikan tindak lanjut berupa program perbaikan dan pengayaan.

Jikalau semua guru sudah melaksanakan hal tersebut diatas, maka semakin baiklah mutu pendidikan. Disamping itu juga guru selalu akan berbuat untuk kegiatan program perbaikan dalam mengajar. Misalnya ada hambatan atau masalah ketika menyampaikan materi pelajaran baik itu kendala pada peserta didik atau yang lainnya maka seorang guru selalu akan memberikan tindakan yang matang untuk perbaikan proses belajar mengajar yang dilaksanakan.

            Dalam melaksanakan tugasnya guru perlu  beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya organisasi sekolah dan dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah, sehingga ia mampu menerapkan berbagai macam keterampilan dasar mengajar. Mengingat akan pentingnya keterampilan dasar mengajar guru tentunya untuk mempercepat peningkatan kompetensi dan keprofesionalan guru.

Kesimpulan

Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu menguasai materi dan menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar, karena dengan keterampilan dasar mengajar memberikan pengertian lebih dalam mengajar. Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai.

Keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat penting bagi seorang guru yang profesional, jadi disamping dia harus menguasai substansi bidang studi yang diampu, keterampilan dasar mengajar juga adalah merupakan keterampilan penunjang untuk keberhasilan dia dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.

Kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan  semua  potensi  peserta  didik  menjadi  kompetensi yang diharapkan.

Di dalam  pembelajaran, peserta didik bahkan didorong untuk menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan yang sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan dan jaman tempat dan waktu. Untuk memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan idenya.

Labels: